teras

Selasa, 12 Oktober 2010

hahaahahahhaaha

jadi teringat mbah surip,,,hahahahahahahahahaha

Kamis, 07 Januari 2010

tulisan terbaik on facebook

buka web ini http://www.sevenwires.com/play/UpsideDownLetters.html,

habis ntu ketik tulisan yang kan dibalik kan, dah tu copy paste saja, gampang kan??

gusdur

TANYA JAWAB BERSAMA GUS DUR

Question : Gus, Mengapa Demam Berdarah marak di Jakarta?

Gus Dur : Karena Sutiyoso melarang bemo, becak dan sebentar lagi bajaj.
Padahal nyamuk sini cuma takut sama tiga roda.

Q: Mengapa dalam kampanye mereka, parpol-parpol senang membodohi
rakyat?
G: Sebab kalau pintar rakyat tak akan pilih parpol-parpol itu. Orang
pintar pilih Tolak Angin.

Q: Mengapa kampanye PPP selalu rame?
G: Sebab tiap suami membawa empat istri.

Q: Mengapa sampai kapan pun bulan bintang tak akan menang?
G: Sebab masih ada Matahari.

Q: Gus, Mengapa Anda selalu menutup doanya dengan "inggih, inggih"

G: Saya ndak mau bilang Amin...Amin..., saya sebel dengan orang itu.

Q: Menurut Anda partai-partai mana saja yang sealiran ?
G: Partai Keadilan Sejahtera, Partai Damai Sejahtera dan Partai Buruh
Sejahtera.

Q: Mengapa perilaku PDIP sering disamakan dengan perilaku Golkar?
G: Karena MEGA kan artinya sama dengan AKBAR.

Q: Jabatan apa menurut Anda yang co cok diduduki oleh Amin Rais ?
G: Kepala Bulog. Biar dia seneng ngurusin "a mean rice"

Q: Siapakah sebenarnya musuh terbesar PDIP ?
G: Taufik Kiemas, karena sudah sering dia menggoyang mbak Mega.

Q: Kemaren Anda sudah berkunjung ke SBY, Di mana sekarang SBY berada ?.

G:Yo' kamu ini piye toh'... SBY dari dulu ada di Jowo Timur.

Salam,

GUS DUR

jangan lupa dukung GUSDUR jadi pahlawan Nasional, termasuk juga para pembaca

jokes

Siti Hardiyanti Indra Rukmana

Dahulu rakyat Aceh pernah ingin memberi gelar pada Mbak Tutut .
Dia diundang ke Aceh untuk menerima gelar tersebut.
Namun saat upacara berlangsung,Tutut tiba2 tidak mau menerima
gelar tersebut dan langsung cabut pulang naik heli.nya.
Usut punya usut ternyata gelar wanita untuk wanita Aceh adalah Cut
Nya...
dan gelar buat Mbak Tutut ternyata adalah : Cut Nya-Tut .

Tutut yang kecewa berat berusaha menghubungi suaminya dan
diterima pula oleh Sekretaris Rukmana via telpon .
"Halo, bisa bicara dengan Pak Rukmana? tanya Tutut .
"Dari siapa bu?", tanya sang sekretaris .
"Istrinya....." jawab Tutut .
"Oh tunggu sebentar Bu-Ruk" jawab sang sekretaris,
dan langsung Tutut banting menutup telponnya .

Tutut kembali Stress lagi. Ia pun langsung menghubungi Bina Graha.
"Selamat siang bisa bicara dengan Pak Presiden?" tanyanya lewat telpon
.
"Dari siapa Bu?", tanya sang ajudan .
"Dari putri sulungnya Pak" Tegas Tutut dengan menyisakan nada
yang kecewa berat, Sang ajudan pun segera menjawab
"Mohon tunggu sebentar Bu-tut" dan langsung Tutut banting untuk
kedua kalinya pesawat telponnya itu sampai rusak hancur
( no problem...., babe punya duit kok ! ) .

Akhirnya ia memilih langsung telpon ke hand-phonenya Pak Harto.
Pak Harto lalu mengangkat teleponnya.......
"Selamat siang Bapak. Bagaimana Bapak memberi saya nama,
masa saya di Aceh di panggil Cut Nya Tut. Sedangkan
sekretaris suami ek memanggil saya Bu Ruk dan
ajudan Bapak memanggil saya Bu Tut."

Bapak Presiden lalu menjawab: "Ya Sudahlah, BiarKen-Tut
jangan marah2 terus, bukan maksud mereka mau begitu toh,
itu memang.....sudah Takdir....." .

Wanita Islam

Istimewanya Wanita Islam
Kaum feminis bilang susah jadi wanita ISLAM, lihat saja peraturan dibawah ini :
1. Wanita auratnya lebih susah dijaga berbanding lelaki.
2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi
tidak sebaliknya.
3. Wanita saksinya kurang berbanding lelaki.
4. Wanita menerima pusaka kurang dari lelaki.
5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.
6. Wanita wajib taat kpd suaminya tetapi suami tak perlu taat pd isterinya.
7. talak terletak di tgn suami dan bukan isteri.
8. Wanita kurang dlm beribadat karena masalah haid dan nifas yg tak ada pada
lelaki.
makanya mereka nggak capek-capeknya berpromosi untuk "MEMERDEKAKAN WANITA ISLAM"
Pernahkah kita lihat sebaliknya (kenyataannya)??

Benda yg mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yg
teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiar terserak bukan?

Itulah bandingannya dgn seorg wanita. Wanita perlu taat kpd suami tetapi lelaki
wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama dari bapaknya. Bukankah ibu adalah
seorang wanita?

Wanita menerima pusaka kurang dari lelaki tetapi harta itu menjadi milik
pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, manakala lelaki menerima
pusaka perlu menggunakan hartanya utk isteri dan anak-anak.

Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi setiap saat
dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di mukabumi
ini, dan matinya jika karena melahirkan adalah syahid.

Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap 4 wanita
ini: Isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya.

Manakala seorang wanita pula, tanggungjawab terhadapnya ditanggung oleh 4 org
lelaki ini: Suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.

Seorang wanita boleh memasuki pintu Syurga melalui mana mana pintu Syurga yg
disukainya cukup dgn 4 syarat saja : Sembahyang 5 waktu, puasa di bulan
Ramadhan, taat suaminya dan menjaga kehormatannya.

Seorg lelaki perlu pergi berjihad fisabilillah tetapi wanita jika taat akan
suaminya serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH akan turut menerima
pahala seperti pahala org pergi berperang fisabilillah tanpa perlu mengangkat
senjata.

Masya ALLAH ... demikian sayangnya ALLAH pada wanita .... kan?

Minggu, 18 Oktober 2009

sate dangung-dangung










however!! its very nice in my country!!
if you want to try "sate dangung-dangung" please come to dangung-dangung, west sumatera!!
if you want a guide, you can call me at fadh_gun@rocketmail.com. OK!!!


ada yang mau??
kalo ada, silahkan datang ke dangung-dangung, sate di dangung-dangung ini telah terkenal kelezatannya,,hahahaha
kalo ada yang mau traktir saya untuk makan sate ke dangung-dangung, hub saya di fadh_gun@rocketmail.com, jika anda berada di luar sumbar, saya bersedia memandu anda!!

Rabu, 19 Agustus 2009

PIK KRR


foto ini diambil sewaktu penutupan DIKLAT PIK KRR angkatan ke 3












PIK KRR atau Pusat Informasi Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja. Merupakan tempat berkonsultasi remaja dengan teman sebayanya tentang TRIAD KRR( seksulitas, NAPZA, HIV/AIDS).

maka pada forum ini author melayani curhat2 tentang KRR, atau jika ada yang mau curhat tentang hal yang lain juga boleh,,


Kamis, 02 Juli 2009

minang fantasi



objek wisata yang berada di Padang Panjang ini sungguh menarik untuk dikunjungi, dengan fitur-fitur kolam renang dan pemandian yang bisa dibilang lengkap, juga terdapat wahana lain, seperti:
1. perkampungan Minang Kabau
2. 4 dimensi ...( lupa namanya,,)
3. lapangan futsal
4. mobil antar emput
5. komedi putar
6. rooler coaster mini(pendek banget lintasannya)
7. jajanan yang enak2
8. dan lain2

juga terdapat CFC dan resto/rumah makan bagi yang ingin mencas tenaga sehabis berenang..

sarana ibadahnya juga memadai!!!


catatan:
ini berdasarkan pengamatan penulis

Selasa, 21 April 2009

Hikmah Kematian
“The Lessons from Death”

HARUN YAHYA


Kehidupan berlangsung tanpa disadari dari detik ke detik. Apakah anda tidak menyadari bahwa hari-hari yang anda lewati justru semakin mendekatkan anda kepada kematian sebagaimana juga yang berlaku bagi orang lain?

Seperti yang tercantum dalam ayat “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. 29:57) tiap orang yang pernah hidup di muka bumi ini ditakdirkan untuk mati. Tanpa kecuali, mereka semua akan mati, tiap orang. Saat ini, kita tidak pernah menemukan jejak orang-orang yang telah meninggal dunia. Mereka yang saat ini masih hidup dan mereka yang akan hidup juga akan menghadapi kematian pada hari yang telah ditentukan. Walaupun demikian, masyarakat pada umumnya cenderung melihat kematian sebagai suatu peristiwa yang terjadi secara kebetulan saja.

Coba renungkan seorang bayi yang baru saja membuka matanya di dunia ini dengan seseorang yang sedang mengalami sakaratul maut. Keduanya sama sekali tidak berkuasa terhadap kelahiran dan kematian mereka. Hanya Allah yang memiliki kuasa untuk memberikan nafas bagi kehidupan atau untuk mengambilnya.

Semua makhluk hidup akan hidup sampai suatu hari yang telah ditentukan dan kemudian mati; Allah menjelaskan dalam Quran tentang prilaku manusia pada umumnya terhadap kematian dalam ayat berikut ini:

Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. 62:8)

Kebanyakan orang menghindari untuk berpikir tentang kematian. Dalam kehidupan modern ini, seseorang biasanya menyibukkan dirinya dengan hal-hal yang sangat bertolak belakang [dengan kematian]; mereka berpikir tentang: di mana mereka akan kuliah, di perusahaan mana mereka akan bekerja, baju apa yang akan mereka gunakan besok pagi, apa yang akan dimasak untuk makan malam nanti, hal-hal ini merupakan persoalan-persoalan penting yang sering kita pikirkan. Kehidupan diartikan sebagai sebuah proses kebiasaan yang dilakukan sehari-hari. Pembicaraan tentang kematian sering dicela oleh mereka yang merasa tidak nyaman mendengarnya. Mereka menganggap bahwa kematian hanya akan terjadi ketika seseorang telah lanjut usia, seseorang tidak ingin memikirkan tentang kematian dirinya yang tidak menyenangkannya ini. Sekalipun begitu ingatlah selalu, tidak ada yang menjamin bahwa seseorang akan hidup dalam satu jam berikutnya. Tiap hari, orang-orang menyaksikan kematian orang lain di sekitarnya tetapi tidak memikirkan tentang hari ketika orang lain menyaksikan kematian dirinya. Ia tidak mengira bahwa kematian itu sedang menunggunya!

Ketika kematian dialami oleh seorang manusia, semua “kenyataan” dalam hidup tiba-tiba lenyap. Tidak ada lagi kenangan akan “hari-hari indah” di dunia ini. Renungkanlah segala sesuatu yang anda dapat lakukan saat ini: anda dapat mengedipkan mata anda, menggerakkan badan anda, berbicara, tertawa; semua ini merupakan fungsi tubuh anda. Sekarang renungkan bagaimana keadaan dan bentuk tubuh anda setelah anda mati nanti.

Dimulai saat anda menghembuskan napas untuk yang terakhir kalinya, anda tidak ada apa-apanya lagi selain “seonggok daging”. Tubuh anda yang diam dan terbujur kaku, akan dibawa ke kamar mayat. Di sana, ia akan dimandikan untuk yang terakhir kalinya. Dengan dibungkus kain kafan, jenazah anda akan di bawa ke kuburan dalam sebuah peti mati. Sesudah jenazah anda dimasukkan ke dalam liang lahat, maka tanah akan menutupi anda. Ini adalah kesudahan cerita anda. Mulai saat ini, anda hanyalah seseorang yang namanya terukir pada batu nisan di kuburan.

Selama bulan-bulan atau tahun-tahun pertama, kuburan anda sering dikunjungi. Seiring dengan berlalunya waktu, hanya sedikit orang yang datang. Beberapa tahun kemudian, tidak seorang pun yang datang mengunjungi.

Sementara itu, keluarga dekat anda akan mengalami kehidupan yang berbeda yang disebabkan oleh kematian anda. Di rumah, ruang dan tempat tidur anda akan kosong. Setelah pemakaman, sebagian barang-barang milik anda akan disimpan di rumah: baju, sepatu, dan lain-lain yang dulu menjadi milik anda akan diberikan kepada mereka yang memerlukannya. Berkas-berkas anda di kantor akan dibuang atau diarsipkan. Selama tahun-tahun pertama, beberapa orang masih berkabung akan kepergian anda. Namun, waktu akan mempengaruhi ingatan-ingatan mereka terhadap masa lalu. Empat atau lima dasawarsa kemudian, hanya sedikit orang saja yang masih mengenang anda. Tak lama lagi, generasi baru muncul dan tidak seorang pun dari generasi anda yang masih hidup di muka bumi ini. Apakah anda diingat orang atau tidak, hal tersebut tidak ada gunanya bagi anda.

Sementara semua hal ini terjadi di dunia, jenazah yang ditimbun tanah akan mengalami proses pembusukan yang cepat. Segera setelah anda dimakamkan, maka bakteri-bakteri dan serangga-serangga berkembang biak pada mayat tersebut; hal tersebut terjadi dikarenakan ketiadaan oksigen. Gas yang dilepaskan oleh jasad renik ini mengakibatkan tubuh jenazah menggembung, mulai dari daerah perut, yang mengubah bentuk dan rupanya. Buih-buih darah akan meletup dari mulut dan hidung dikarenakan tekanan gas yang terjadi di sekitar diafragma. Selagi proses ini berlangsung, rambut, kuku, tapak kaki, dan tangan akan terlepas. Seiring dengan terjadinya perubahan di luar tubuh, organ tubuh bagian dalam seperti paru-paru, jantung dan hati juga membusuk. Sementara itu, pemandangan yang paling mengerikan terjadi di sekitar perut, ketika kulit tidak dapat lagi menahan tekanan gas dan tiba-tiba pecah, menyebarkan bau menjijikkan yang tak tertahankan. Mulai dari tengkorak, otot-otot akan terlepas dari tempatnya. Kulit dan jaringan lembut lainnya akan tercerai berai. Otak juga akan membusuk dan tampak seperti tanah liat. Semua proses ini berlangsung sehingga seluruh tubuh menjadi kerangka.

Tidak ada kesempatan untuk kembali kepada kehidupan yang sebelumnya. Berkumpul bersama keluarga di meja makan, bersosialisasi atau memiliki pekerjaan yang terhormat; semuanya tidak akan mungkin terjadi.

Singkatnya, “onggokkan daging dan tulang” yang tadinya dapat dikenali; mengalami akhir yang menjijikkan. Di lain pihak, anda – atau lebih tepatnya, jiwa anda – akan meninggalkan tubuh ini segera setelah nafas anda berakhir. Sedangkan sisa dari anda – tubuh anda – akan menjadi bagian dari tanah.

Ya, tetapi apa alasan semua hal ini terjadi?

Seandainya Allah ingin, tubuh ini dapat saja tidak membusuk seperti kejadian di atas. Tetapi hal ini justru menyimpan suatu pesan tersembunyi yang sangat penting

Akhir kehidupan yang sangat dahsyat yang menunggu manusia; seharusnya menyadarkan dirinya bahwa ia bukanlah hanya tubuh semata, melainkan jiwa yang “dibungkus” dalam tubuh. Dengan lain perkataan, manusia harus menyadari bahwa ia memiliki suatu eksistensi di luar tubuhnya. Selain itu, manusia harus paham akan kematian tubuhnya - yang ia coba untuk miliki seakan-akan ia akan hidup selamanya di dunia yang sementara ini -. Tubuh yang dianggapnya sangat penting ini, akan membusuk serta menjadi makanan cacing suatu hari nanti dan berakhir menjadi kerangka. Mungkin saja hal tersebut segera terjadi.

Walaupun setelah melihat kenyataan-kenyataan ini, ternyata mental manusia cenderung untuk tidak peduli terhadap hal-hal yang tidak disukai atau diingininya. Bahkan ia cenderung untuk menafikan eksistensi sesuatu yang ia hindari pertemuannya. Kecenderungan seperti ini tampak terlihat jelas sekali ketika membicarakan kematian. Hanya pemakaman atau kematian tiba-tiba keluarga dekat sajalah yang dapat mengingatkannya [akan kematian]. Kebanyakan orang melihat kematian itu jauh dari diri mereka. Asumsi yang menyatakan bahwa mereka yang mati pada saat sedang tidur atau karena kecelakaan merupakan orang lain; dan apa yang mereka [yang mati] alami tidak akan menimpa diri mereka! Semua orang berpikiran, belum saatnya mati dan mereka selalu berpikir selalu masih ada hari esok untuk hidup.

Bahkan mungkin saja, orang yang meninggal dalam perjalanannya ke sekolah atau terburu-buru untuk menghadiri rapat di kantornya juga berpikiran serupa. Tidak pernah terpikirkan oleh mereka bahwa koran esok hari akan memberitakan kematian mereka. Sangat mungkin, selagi anda membaca artikel ini, anda berharap untuk tidak meninggal setelah anda menyelesaikan membacanya atau bahkan menghibur kemungkinan tersebut terjadi. Mungkin anda merasa bahwa saat ini belum waktunya mati karena masih banyak hal-hal yang harus diselesaikan. Namun demikian, hal ini hanyalah alasan untuk menghindari kematian dan usaha-usaha seperti ini hanyalah hal yang sia-sia untuk menghindarinya:

Katakanlah: “Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja.” (QS. 33:16)

Manusia yang diciptakan seorang diri haruslah waspada bahwa ia juga akan mati seorang diri. Namun selama hidupnya, ia hampir selalu hidup untuk memenuhi segala keinginannya. Tujuan utamanya dalam hidup adalah untuk memenuhi hawa nafsunya. Namun, tidak seorang pun dapat membawa harta bendanya ke dalam kuburan. Jenazah dikuburkan hanya dengan dibungkus kain kafan yang dibuat dari bahan yang murah. Tubuh datang ke dunia ini seorang diri dan pergi darinya pun dengan cara yang sama. Modal yang dapat di bawa seseorang ketika mati hanyalah amal-amalnya saja.








© 2005 Harun Yahya International. Hak Cipta Terpelihara. Semua materi dapat disalin, dicetak dan disebarkan dengan mencantumkan sumber situs web ini info@harunyahya.com

renungan

Tsunami di Ujung Tarikan Napas Nabi Musa AS
Oleh : KH A Hasyim Muzadi


Milis DT - "Inna Ahwanal Anbiyaa-i Mautan Kaliimullaah Muusaa'alaihissalaam" (Di antara para nabi yang paling mudah mengalami derita kematian adalah Nabi Musa AS).

Kalau bumi yang mampu menampung miliaran lembar nyawa manusia saja ukurannya seperti titik, lantas di mana tempat kita di tengah tata surya ini? Lantas, kenapa kita selalu merasa paling besar, paling berkuasa sangat angkuh, padahal sesungguhnya kita hanyalah mahluk yang sangat lemah tak berdaya? Kenapa kita selalu merasa hebat, padahal di luar hak kepemilikan Allah SWT atas kita, rasa ketergantungan kita kepada alam sangatlah besar?

Di penghujung tahun 2004 lalu, Allah benar-benar menunjukkan betapa Maha Besar-Nya Dia dan betapa sangat kecil dan lemahnya kita. Sebuah patahan bumi yang bergerak hingga menyebabkan gempa serta lempengan bumi yang menganga sepersekian detik hingga mengakibatkan tumpahnya air laut dalam bentuk tsunami, seperti hentakan keras suara Malaikat Maut di gendang telinga kita bahwa Allah itu Wujud (Maha Ada).

Dalam untaian kata-kata biasa, gempa tektonik berskala 9,0 magnitudo telah menyebabkan tsunami di Samudera Hindia pada 26 Desember 2004 sehingga 150 ribu orang tewas di 12 negara Asia-Afrika. Bencana ini terjadi persis setahun setelah gempa di Bam Iran yang menewaskan 30 ribu orang pada tanggal 26 Desember 2003. Lantas di mana letak Aceh dan Sumatra Utara di antara molekul-molekul itu? Aceh dan Sumatra Utara hanya sebagian kecil dari Bumi Nusantara Indonesia hanya bagian terkecil dari bentangan bumi. Bumi tak lebih dari sekadar satu titik dari sebuah garis kekuasaan di antara Kekuasaan-Nya. Allahu Akbar!

Dalam konteks ke-Maha Besar-an Allah, bencana gempa bumi dan gelombang tsunami tersebut benar-benar tak mampu kita prediksi sehingga untuk mengetahui adanya aktivitas seismik yang dapat direkam sebelum terjadi gempa, tak bisa kita lakukan. Ketika pengetahuan manusia begitu terbatas, kepekaan menurun, kesadaran ilmiah berkurang, mendadak bencana itu seperti dikendalikan dengan menggunakan gelombang elektromagnetik.

Di tengah arogansi kita sebagai manusia Allah SWT langsung menunjukkan Sifat Al-Qahhar (Yang Maha Perkasa) dengan memerintahkan malaikat untuk meniupkan triliunan ton kumpulan energi yang sangat besar, sehingga terciptalah gempa dan tsunami. Demikianlah, "Wa Idzal Bihaaru Fujjirot" (Dan Apabila Samudera Ditumpahkan). Secara materi dan kasat mata kerusakan yang ditimbulkan luar biasa mengerikan. Ribuan bangunan rata dengan tanah dan kampung-kampung menghilang dari peta daerah. Yang sungguh menghempaskan jiwa kita sebagai anak manusia ke dasar sumur tanpa dasar adalah karena beribu-ribu lembar nyawa manusia melayang dengan proses dan caranya masing-masing. Kalau kerusakan benda dapat kita berikan, bagaimana dengan tercabutnya nyawa-nyawa tak berdosa karena diambil Malaikat Maut tanpa ada isyarat sedikitpun.

Mereka yang menjadi korban adalah rakyat kita yang tingkat kepatuhannya tak pantas kita pertanyakan. Saudara-saudara kita di Aceh terutama sudah sekian puluh tahun menderita lahir dan batin karena situasi yang tak pernah menentramkan. Dalam hikmah-Nya puluhan atau mungkin seratus ribu lebih nyawa itu, sengaja diselamatkan Allah untuk didaftarkan sebagai penghuni surga karena dunia sudah tak nyaman bagi mereka.

Lantas, benarkah pendaftaran menuju surga tanpa pengorbanan? Tercabutnya nyawa dari badan sungguh tak terperikan sakitnya. Tapi bagi syuhada Aceh itu jauh lebih baik dengan menjadi penghuni surga ketimbang terus menderita. Coba kita simak sebuah riwayat berikut seputar gambaran tercabutnya nyawa dari jasad manusia. Syahdan, begitu tiba janji-Nya Malaikat Maut mendatangi Nabi Musa alaihissalam. Nabi Musa mendadak pucat. Hanya karena kedekatannya kepada Allah SWT Malaikat Maut mencoba melakukan dengan sangat hati-hati. Begitu Malaikat Maut akan mencabut nyawa Nabi Musa dari ujung kakinya, Nabi Musa bertanya, "Sampai hatikah engkau mencabut nyawa saya dari kaki yang pernah kugunakan untuk berjalan menuju Gunung Tursina ketika turun Firman-Nya?".

Malaikat Maut mengurungkan niatnya, "Bagaimana kalau dari tangan?" tanya Malaikat Maut. "Duhai Malaikat Maut. Lupakah engkau betapa hanya dengan tangan ini saya menerima lembaran-lembaran shahifah suci yang berisikan Firman-Nya?" kata Nabi Musa merajuk. "Bagaimana kalau dari bagian kepala saja?" kata Malaikat Maut masih menawar. "Ya Allah Robbul 'Izzati. Malaikat-Mu akan mencabut nyawa hamba mulai dari kepala ini, padahal sepanjang hidup hamba jadikan tempat untuk bersujud dan bermunajat kepada-Mu?" kata Nabi Musa. Begitu tak ada jalan lain, Malaikat Maut mengambil untuk Nabi Musa selembar kulit jeruk. "Hai Musa, hiruplah aroma kulit jeruk itu saja," perintah Malaikat Maut. Begitu aroma jeruk menyelusup ke rongga hidungnya, Nabi Musa menghembuskan napas. Beliau wafat di ujung kulit jeruk. Jeruk yang skala dahsyatnya seperti gelombang tsunami.

Karena proses itulah, maka Nabi Musa dikenal sebagai seorang nabi yang paling mudah kematiannya. Tetapi sadarkah dan tahukah kita bagaimana sebenarnya makna mudah dalam proses kematian Nabi Musa? Dalam sebuah riwayat lanjutannya, Nabi Muhammad SAW bersabda: "Kematian Nabi Musa sama kadar kegetirannya dengan penderitaan seseorang yang ditebas dengan sebilah pedang yang sangat tajam sebanyak 300 kali." Pada riwayat lainnya disebutkan kematian termudah nabi Musa itu ibarat seekor domba yang dalam keadaan segar bugar tetapi lantas dimatikan dengan cara mencabut bulu-bulunya dalam keadaan hidup. "Ibarat sebuah pentungan besi bergerigi yang ditancapkan ke perut, lantas ditarik dengan sangat keras dan tenaga yang kuat. Tak adakah bagian yang ikut terbawa pentungan itu?" kata Sayyidah Aisyah RA.


Itulah yang dialami Nabi Musa, sebuah proses termudah. Bagaimana dengan proses kematian saudara-saudara kita yang diterjang gelombang tsunami? Kalau kita harapkan mereka menjadi syuhada (pasti bukan nabi), maka kita bisa menggambarkan sendiri. Kini mari kita lepas kepergian saudara-saudara kita sebagai ahli surga. Kita yang ditinggal, mari berlatih memahami kematian secara tulus dan mencoba merasakan betapa dahsyatnya kematian. Wallaahu A'lamu Bisshowaab. (RioL)
Planet tempat kita tinggal, hanyalah merupakan titik teramat kecil di tengah bentangan Bima Sakti yang menghuni alam semesta. Ia tak lebih dari sekadar sebuah molekul sepermini di antara bilangan tak terhingga molekul-molekul lainnya. Bumi kita dikelilingi lautan mahaluas dengan gelombang miliaran ton energi yang sungguh ganas. Di atas semua kehidupan ini, Allah SWT bersemayam, di Singgasana kerajaan-Nya. Dialah yang mengatur semuanya.

( ni untuk kemashlatan umat)

Jumat, 10 April 2009

badai


pada tanggal 11 bulan desember tahun 2008, angin kencang yang melanda desa padang japang merubuhkan pohon tarok tua di tebing masjid raya padang japang, sehingga jalan ke mesjid rusak. dan kendaraan roda empat tidak bisa melewati jalan tersebut. dan kendaraan roda 2 pun harus berhati2 agar tidak jatuh ke dalam kolam ikan.





Senin, 30 Maret 2009

Sabtu, 28 Maret 2009

sd














papan selamat datang dari arah limbanang







balai adat













papan selamat datang dari arah balai talang










nota kesepakatan













HABSYAR

Habsyar atau hari adat basandi syarak. Diresmikan pada tanggal 12 februari 2009 di Balai Adat Nagari di Talago. Isinya merupakan kesepakat Anak Nagari Tujuah koto Talago, isinya sebagai berikut:

KAMI ANAK NAGARI TUJUAH KOTO TALAGO (NINIAK MAMAK, CODIAK PANDAI, ALIM ULAMO, BUNDO KANDUANG, DAN PEMUDA) MELAKSANAKAN HABSYAR(HARI ADAT BASANDI SYARA’)

DENGAN INI BERIKRAR:

A. Ketentuan Khusus

1. Hari Absyar ditentukan pada hari kamis pukul 18.00 wib sampai dengan hari jum’at pukul 18.00 wib.

2. Tidak dibenarkan main domino, koa, dan sejenisnya mulai hari Kamis pukul 18.00 sampai dengan hari jum’at pukul 18.00 wib.

3. Diharuskan Kamis malam membaca Alquran disetiap rumah dan tempat ibadah lainnya.

4. Pada siang jum’at, jika keluar rumah diharuskan berpakaian muslim/muslimah.

B. Ketentuan Umum

1. Bagi siswa SD, SMP, SLTA, tidak diperbolehkan keluar rumah, kecuali malam minggu dan hari libur lainnya.

2. Dianjurkan kepada Pemuda Jorong untuk mengadakan wirid remaja 2 x 1 bulan(setiap sabtu malam).

3. Menggiatkan kembali PHBI (Peringatan Hari Besar Islam) dan diwaktu kegiatan kedai atau warung dibuka setelah acara selesai.

4. Setiap pendatang ke Nagari Tujuah Koto Talago minimal 6 bulan harus mendaftar sebagai penduduk Tujuah Koto Talago (pakai KTP kecuali pelajar)

5. Menghimbau semua anak kemenakan/masyarakat nagari mulai waktu shalat Maghrib sampai dengan shlat Isya, member siraman rohani dan pendidikan kepada anak cucu, serta disarankan agar tidak menghidupkan TV dan Radio atau sejenisnya yang bersifat tidak menunjang pendidikan.

Diharapkan kepada seluruh masyarakat menjunjung tinggi kebulatan ini demi masa depan anak cucu kita.

Kami yang menyatakan:

1. Ketua Pemuda : Putra Satria Veri

2. Bundo Kanduang : Hj. Amdalisma

3. Ketua Muna : H. Asri Jamal, BA

4. Niniak Mamak : 1. H.M Dt. Panduko Tuan

: 2. N. Dt. Karaiang

: 3. Dt. Bosa Nan Elok

: 4. MR. Dt. Tan Marajo

5. Codiak Pandai Ketua Bamus : Drs. Adia Putra

6. Wali Nagari Tujuah Koto Talago : Drs. Hasbi Zuhdi

Kamis, 26 Maret 2009

bupati main gitar


ketua sekbid dokumentasi.



























bagaimana bupati di daerah lain, apa ada yang mau menandingi??? inilah potret bupati lima puluh kota, bapak amri darwis, juga bisa menghibur rakyatnya....
bapak bupati bermain gitar dan bernyanyi di depan rakyatnya, saat acara perpisahan di kampus acasia atau tepatnya SMAN 1 kec Suliki.

hiking

pesaing tarzan

Rabu, 25 Maret 2009

PII padang japang

anggota PII

sispala SMAN 1 suliki


anggota sispala SMAN 1 suliki tahun 2009














para murid SMAN 1 suliki dan alumninya, harap gabung di sini!!!!!
jika ada yang mau curhat juga boleh....